Memilih Coating yang Tepat, Sesuai Dengan Batu Alam

Batu alam yang digunakan sebagai interior atau eksterior tidak akan selamanya indah jika tidak dijaga dan dirawat. Batu alam dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, seperti:
  • Batu Candi, terbentuk dari pendinginan lava yang keluar saat gunung meletus. Memiliki pori yang besar, dan berwarna gelap. Meski tergolong batu yang keras, tapi masih bisa diukir, sifat batu ini sangat mudah menyerap air (porous).
  • Batu Andesit, terbentuk dari pendinginan lava saat gunung meletus. Batu ini berwarna abu-abu, dan pori sangat sedikit. Kekerasan dan kepadatannya, membuatnya sulit tergores, serta lebih tahan cuaca dibanding batu candi.
 
  • Batu Pasir (Sandstone), Butiran pasir yang mengalami perubahan selama bertahun-tahun sehingga menjadi batu, asal muasal batu pasir. Ada berbagai corak batu pasir, seperti serat kayu, polos, atau berbintik-bintik. Batu ini agak lunak, sehingga mudah dipahat. Batu ini mudah menyerap air. Contoh batu jenis ini adalah paras serayu, merah banjar, dan brexy.
  • Batu Gamping (Limestone), Bahan dasarnya adalah kapur, karakternya lunak dan mudah dipahat. Warna batu sangat beragam, tapi paling dominan warna kuning, krem, coklat, dan putih. Yang termasuk jenis batu ini adalah palimanan, serat jati, doreng, batu paras, dan batu hijau sukabumi.
  • Batu Sabak (Slate), seringkali disebut batu kali, karena teksturnya mirip dengan batu yang ada di sungai (kali), padahal batu ini berasal dari pegunungan. Batu ini sangat keras, berpori halus, dan berlapis-lapis. Lapisan batu membuatnya sangat mudah dibelah menjadi lempengan tipis. Hal ini menyebabkan batu sabak dikenal dengan nama batu templek.
  • Batu Marmer, adalah batu yang paling keras. Batu ini banyak dijadikan lempengan. Corak dan warnanya paling beragam. Yang termasuk jenis ini adalah pacitoroso, javaroso, dan marble white.

Kerusakan batu alam, sering disebabkan oleh lumut dan jamur. Keduanya mudah tumbuh diatas permukaan batu yang lembab. Lumut mudah tumbuh diatas permukaan batu yang langsung terkena sinar matahari, sedangkan jamur tumbuh di atas permukaan batu yang tidak terkena sinar matahari. Salah satu cara mencegah pertumbuhan lumut dan jamur adalah dengan memberikan pelapisan (coating) yang tepat.

Ada dua jenis coating yang bisa dipilih untuk batu alam, yaitu clear coating dan invisible water repellent (penetrating finish). Clear coating membentuk lapisan film di atas permukaan batu, sehingga tampak lebih indah, bersih, menonjolkan guratan batu, atau menampilkan kesan basah. Sedangkan invisible water repellent adalah coating yang tidak membuat lapisan film di atas permukaan batu, bersifat menolak air, dan membuat batu tetap terlihat alami.

Selain memberikan pelapisan dengan coating yang tepat, perawatan batu alam harus memperhatikan kondisi penempatan atau pemasangan batu alam. Batu alam yang dipasang pada dinding luar kolam, sering kali masih tampak berlumut walaupun sudah diberikan coating yang tepat. Hal ini disebabkan oleh kondisi batu yang lembab karena adanya rembesan air yang masuk melalui kolam tersebut. Untuk pencegahannya, dinding kolam harus diberikan waterproofing sehingga tidak ada kebocoran pada dinding kolam.

Batu alam yang dipasang pada dinding pagar seringkali tampak putih karena alkali. Hal ini disebabkan oleh alkali yang terbawa oleh aliran air pada sat hujan, keluar melalui celah batu. Untuk mencegahnya, pagar harus didisain sebaik mungkin, sehingga tidak ada air hujan yang terjebak dan menggenang di atas permukaan pagar bagian atas. Genangan air ini menyebabkan air merembes dan membawa garam alkali keluar di celah batu alam.

0 komentar:

Posting Komentar